ANALISIS PENJUALAN OBAT CETIRIZINE GENERIK DAN NON GENERIK TERHADAP PASIEN PENGUNJUNG APOTEK BANI FARMA KOTA SUKABUMI

Authors

  • Novita Sari Akademi Farmasi Persada, Sukabumi, Jawa Barat
  • Eni Rohaeni Akademi Farmasi Persada, Sukabumi, Jawa Barat
  • Adi Saeludin Akademi Farmasi Persada, Sukabumi, Jawa Barat

Keywords:

Kata kunci: Cetirizine, Generik, Non Generik, Penjualan, Strategi Apotek

Abstract

Obat merupakan komponen utama dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Cetirizine
termasuk salah satu obat antihistamin yang efektif untuk mengobati berbagai reaksi alergi
seperti konjungtivitis, urtikaria, serta gangguan saluran pernapasan, tersedia dalam bentuk tablet dan sirup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan penjualan cetirizine generik dan non generik di Apotek Bani Farma, Kota Sukabumi. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan purposive sampling, dari data dalam sistem apotek. Data yang dianalisis meliputi volume, nilai, dan frekuensi penjualan cetirizine generik dan non generik dalam bentuk tablet. Hasil menunjukkan bahwa cetirizine generik terjual sebanyak 1.220 unit dengan nilai penjualan Rp366.000 sedangkan cetirizine non generik terjual 212 unit dengan nilai Rp325.000. Meskipun nilai penjualan keduanya tidak jauh berbeda, volume penjualan cetirizine generik jauh lebih tinggi. Terdapat tren penurunan penjualan kedua jenis obat selama tiga bulan.Volume penjualan obat cetirizine turun pada Januari - Maret 2025, dengan penurunan 1.220 unit (generik) dan 212 unit (non generik). Nilai penjualan juga menurun, yaitu Rp 336.000 (generik) dan Rp 325.000 (non generik)

Downloads

Published

2026-03-11