GAMBARAN PENJUALAN OBAT PARACETAMOL DI APOTEK JAYA FARMA PELABUHAN RATU
Keywords:
Parasetamol, Volume Penjualan, Nilai Penjualan, Obat Generik, Non Generik, Apotek, Pengelolaan ObatAbstract
Latar Belakang : Apotek merupakan sarana pelayanan kefarmasian, memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan distribusi dan ketersediaan obat yang aman, efektif, dan berkualitas. Salah satu jenis obat yang paling umum dan banyak digunakan oleh masyarakat adalah paracetamol. Paracetamol dikenal luas sebagai analgetik dan antipiretik yang efektif untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang serta menurunkan demam. Tingginya permintaan akan paracetamol menjadikannya salah satu item penjualan dominan di banyak apotek.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penjualan obat parasetamol di Apotek Jaya Farma Pelabuhanratu.
Metode Penelitian : Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan purposive sampling, dari data dalam sistem apotek. Data yang dianalisis meliputi volume, nilai dan tren penjualan Parasetamol Generik dan Non Generik dalam bentuk sediaan tablet.
Hasil : Hasil menunjukkan bahwa Parasetamol generik terjual sebanyak 89 unit/Strip (dengan Total Nilai Penjualan Rp 623.000 sedangkan Parasetamol non generik terjual 366 unit/Strip dengan nilai Rp 2.796.500. Perbandingan total volume penjualan dan nilai penjualan obat Parasetamol generik dan Non Generik keduanya jauh berbeda, volume penjualan dan Nilai penjualan obat Parasetamol Non Generik jauh lebih tinggi. Tren penjualan obat Parasetamol Generik mengalami peningkatan di bulan Desember 2024 dan menurun kembali pada bulan Januari 2025, selanjutnya penjualan stabil sampai bulan Juni 2025. Tren penjualan obat Parasetamol Non Generik mengalami penurunan di bulan Desember 2024 dan peningkatan yang cukup stabil dan meningkat di bulan Juni 2025





