GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI APOTEK
Keywords:
Hipertensi, Antihipertensi, Pola penggunaan obat, ApotekAbstract
Latar Belakang : Hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat dan kerap dijuluki sebagai pembunuh diam-diam karena jarang menimbulkan gejala pada tahap awal.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan terapi antihipertensi dan menilai kesesuaiannya dengan pedoman terapi.
Metode Penelitian : Rancangan penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di Apotek Nias Kota Sukabumi. Data diambil dari rekam medik dan resep secara retrospektif pada periode Januari hingga Juni 2025. Subjek penelitian adalah pasien yang terdiagnosis hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi.
Hasil : Hasil penelitian diperoleh sebanyak 72 pasien dengan hipertensi di Apotek Nias adalah berjenis kelamin perempuan (52,77%) dan laki-laki (47,22%), paling banyak berusia dewasa 18-59 tahun (76,38%), diikuti kelompok usia lanjut ≥60 tahun (23,61%). Hasil analisis menunjukkan bahwa Golongan obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah golongan Calcium Channel Blocker (CCB) sebesar (61,29%), dan golongan Angiotensin II Receptor Blocker (ARB) (16,12%). Jenis obat terbanyak digunakan yaitu Amlodipin (61,28%) dan Kandesartan (13,97%). Sebagian besar pasien memperoleh terapi antihipertensi melalui pendekatan monoterapi (terapi tunggal) 82%, sedangkan 18% menggunakan kombinasi. Pola penggunaan terapi antihipertensi di Apotek Nias masih cenderung mengikuti terapi bertahap (stepwise therapy) sesuai dengan pedoman terapi dengan pemilihan obat tunggal sebagai terapi awal.





