Plagiarism
Jurnal Sinergi Pengabdian Nusantara (SIPENA)
Jurnal Sinergi Pengabdian Nusantara (SIPENA) berkomitmen menjaga integritas akademik dan mencegah segala bentuk plagiarisme dalam artikel yang diterbitkan. Setiap naskah yang disubmit akan diperiksa untuk mengidentifikasi indikasi plagiarisme, kemiripan teks, publikasi ganda, dan bentuk pelanggaran integritas akademik lainnya.
Kebijakan ini berlaku bagi seluruh artikel yang dikirimkan ke SIPENA, khususnya artikel hasil pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan, farmasi, dan manajemen.
1. Definisi Plagiarisme
Plagiarisme adalah tindakan menggunakan ide, konsep, data, metode, tulisan, gambar, tabel, atau bagian karya orang lain tanpa memberikan pengakuan atau sitasi yang sesuai sehingga seolah-olah merupakan karya sendiri.
Plagiarisme dapat mencakup, tetapi tidak terbatas pada:
- Plagiarisme langsung, yaitu menyalin teks dari sumber lain tanpa mencantumkan sumber.
- Plagiarisme tidak langsung, yaitu menggunakan ide atau gagasan orang lain tanpa memberikan atribusi yang sesuai.
- Mosaic plagiarism, yaitu menggabungkan atau memodifikasi bagian-bagian dari beberapa sumber tanpa atribusi yang memadai.
- Self-plagiarism, yaitu menggunakan kembali bagian substansial dari karya sendiri yang telah diterbitkan tanpa pengungkapan atau sitasi yang sesuai.
- Duplicate publication, yaitu menerbitkan substansi artikel yang sama atau sangat mirip pada lebih dari satu jurnal.
- Penggunaan tabel, gambar, foto, instrumen, atau materi pihak lain tanpa izin atau atribusi yang sesuai apabila diperlukan.
2. Similarity Checking
Setiap naskah yang masuk ke Jurnal Sinergi Pengabdian Nusantara (SIPENA) dapat diperiksa menggunakan perangkat similarity checking sebelum memasuki proses peer review atau pada tahap editorial lainnya.
Pemeriksaan similarity dilakukan untuk membantu editor mengidentifikasi bagian naskah yang memiliki kemiripan dengan karya yang telah tersedia atau dipublikasikan sebelumnya.
Hasil similarity checking tidak secara otomatis dianggap sebagai bukti plagiarisme. Editor akan melakukan pemeriksaan dan interpretasi terhadap sumber serta konteks kemiripan yang ditemukan.
3. Batas Similarity
Sebagai pedoman editorial, SIPENA menetapkan tingkat kemiripan naskah maksimal 25%.
Namun, persentase similarity bukan satu-satunya dasar untuk menentukan adanya plagiarisme. Editor dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap sumber yang memiliki kemiripan, khususnya apabila terdapat bagian teks yang disalin secara substansial tanpa sitasi yang sesuai.
Naskah dengan tingkat similarity yang melebihi batas dapat:
- dikembalikan kepada penulis untuk diperbaiki;
- diminta melakukan parafrase dan memperbaiki sitasi;
- diperiksa lebih lanjut oleh editor; atau
- ditolak apabila ditemukan indikasi plagiarisme yang serius.
4. Tanggung Jawab Penulis
Penulis bertanggung jawab memastikan bahwa naskah yang dikirimkan:
- Merupakan karya asli.
- Tidak mengandung plagiarisme.
- Tidak sedang diproses atau diterbitkan pada jurnal lain.
- Menggunakan sitasi dan referensi secara tepat.
- Mencantumkan sumber untuk ide, data, tabel, gambar, metode, dan materi yang berasal dari pihak lain.
- Tidak menggunakan kembali karya yang telah diterbitkan tanpa pengungkapan dan atribusi yang sesuai.
- Memiliki izin penggunaan untuk materi yang dilindungi hak cipta apabila izin tersebut diperlukan.
Penulis bertanggung jawab atas seluruh isi naskah yang dikirimkan kepada SIPENA.
5. Pemeriksaan Sebelum Peer Review
Naskah yang masuk akan melalui pemeriksaan awal oleh editor.
Apabila ditemukan tingkat similarity yang tinggi atau indikasi plagiarisme, editor dapat mengembalikan naskah kepada penulis untuk dilakukan perbaikan sebelum masuk ke proses peer review.
Apabila ditemukan indikasi plagiarisme berat atau pelanggaran integritas akademik yang serius, editor dapat menolak naskah tanpa melanjutkan ke proses peer review.
6. Penanganan Dugaan Plagiarisme
Apabila dugaan plagiarisme ditemukan selama proses review atau setelah artikel diterbitkan, SIPENA akan melakukan pemeriksaan terhadap kasus tersebut.
Penulis dapat diminta memberikan klarifikasi dan bukti pendukung. Berdasarkan hasil pemeriksaan, editor dapat mengambil tindakan yang sesuai, antara lain:
- meminta revisi;
- meminta perbaikan sitasi;
- meminta penjelasan dari penulis;
- menolak naskah;
- menghentikan proses publikasi;
- menerbitkan koreksi;
- menerbitkan Expression of Concern; atau
- melakukan retraksi terhadap artikel yang telah diterbitkan.
Tindakan yang diambil akan mempertimbangkan tingkat pelanggaran, konteks kemiripan, bukti yang tersedia, dan prinsip etika publikasi.
7. Plagiarisme Setelah Publikasi
Jika setelah artikel diterbitkan ditemukan bukti yang kuat mengenai plagiarisme atau pelanggaran integritas akademik, SIPENA dapat melakukan investigasi lebih lanjut.
Apabila pelanggaran terbukti serius dan memengaruhi integritas artikel, jurnal dapat melakukan retraction sesuai dengan kebijakan retraksi jurnal.
Informasi mengenai koreksi atau retraksi akan dicatat secara transparan pada halaman artikel untuk menjaga integritas rekam ilmiah.
8. Self-Plagiarism dan Publikasi Ganda
SIPENA tidak memperbolehkan penggunaan kembali substansi karya yang telah diterbitkan secara berlebihan tanpa pengungkapan atau sitasi yang sesuai.
Penulis juga tidak diperkenankan mengirimkan naskah yang sama atau substansinya secara signifikan sama kepada beberapa jurnal secara bersamaan.
Apabila artikel merupakan pengembangan dari laporan, prosiding, skripsi, tesis, disertasi, atau publikasi sebelumnya, penulis wajib mengungkapkan informasi tersebut kepada editor dan memastikan bahwa artikel memiliki kontribusi atau pengembangan yang jelas serta tidak melanggar hak cipta.
9. Kutipan dan Penggunaan Sumber
Penulis wajib memberikan atribusi yang tepat terhadap sumber yang digunakan.
Kutipan langsung harus ditandai dengan jelas dan mencantumkan sumber. Parafrase juga tetap harus mencantumkan sumber apabila ide atau informasi berasal dari karya pihak lain.
Penggunaan referensi tidak boleh dilakukan hanya untuk meningkatkan jumlah sitasi atau memanipulasi metrik sitasi jurnal.
10. Tanggung Jawab Editor dan Reviewer
Editor dan reviewer SIPENA wajib menjaga integritas proses publikasi.
Editor dan reviewer harus:
- menjaga kerahasiaan naskah;
- tidak menggunakan isi naskah untuk kepentingan pribadi;
- melaporkan dugaan plagiarisme kepada editor;
- melakukan penilaian berdasarkan bukti dan pertimbangan akademik; dan
- menghindari tuduhan plagiarisme tanpa dasar yang memadai.
11. Komitmen SIPENA
Jurnal Sinergi Pengabdian Nusantara (SIPENA) berkomitmen untuk menerapkan kebijakan anti-plagiarisme secara konsisten dan transparan guna menjaga kualitas serta integritas publikasi ilmiah.
Seluruh penulis yang mengirimkan artikel dianggap telah memahami dan menyetujui kebijakan plagiarisme SIPENA.
SIPENA berhak menolak, mengembalikan, atau menarik artikel yang terbukti melanggar kebijakan plagiarisme dan integritas akademik jurnal.


